Tuesday, March 10, 2009

cinta bumi dan langit(part7)

Beberapa hari ini aku memikirkan kembali saat dimana percakapan singkat itu terjadi,bagaimana terintimidasinya aku saat itu oleh kata2nya tanpa mampu berkata banyak dan hanya menyetujui pasrah apapun yg dikatakannya walau sebentar.
akupun tak berani bertindak jauh dgn menelponnya lagi,tapi hanya mengirim pesan singkat yg biasa kulakukan sebelum percakapan singkat itu pernah ada.

Aku bertanya identitas dan jati diri sebenarnya dari pria itu dan berharap sebuah jawaban jujur yg bisa setidaknya melegakan pikiranku ini.seperti biasa juga dia tak langsung membalasnya bahkan membutuhkan waktu yg lebih lama dari biasanya.kepenasaranku telah sampai ubun2 hingga kesabaran mulai menipis aku tak tahan hingga akhirnya apapun yg kulakukan terasa membosankan dan tak berarti.entah berapa cangkir kopi yg kuminum hingga perut ini mulai perih, sedari tadi hanya sebongkah roti dan beberapa buah kue2 kering yg menjadi makananku sepanjang waktu penantian ini.lama2 rasa kantuk ini tak dapat kutahan lg hingga ku tertidur disofa empuk dengan teve yg kubiarkan menyala dgn berisiknya.

Sampai saat fajar menjelang ku terbangun dengan tiba2.,ku kembali mengumpulkan kesadaranku dan buru2 melihat hp ku uttk mencari tahu apakah ada jawaban yg kutunggu itu.ternyata tdk..tdk ada sms baru darinya pria pemilik nomer iseng yg telah membuatku mengasingkan diri akhir2 ini dari lingkungan sosialku,teman2 jetsetku dan kebiasaan buruk mereka juga lalat2 pers yg tak pernah berhenti mengejarku.

Aku kecewa,kesal,murung dan tak tahu harus berbuat apalagi utk menenangkan diri dari ketidakberdayaanku akan rasa penasaran yg menggunung dan menimpaku seolah enggan meninggalkanku sendiri.

Kucoba utk melewati hari2 tanpa memikirkan hal itu lg,aku lelah dan capek mengikat diri dengan sesuatu yg tak pasti meskipun aku kehilangan tempat berbagi karena keengganan yg menyergapku dan melarangku utk mengirim sms padanya lg.

Setelah beberapa hari aku mulai memasuki lagi duniaku yg dulu meski aku tetap benci bau alkohol,hingar bingar suasana klab malam favorit teman2ku dan kecerewetan manajerku jg penguntit kurang ajar yg ingin memuatku ditabloid murahan mereka utk sekedar menaikkan penjualan dan meraup keuntungan dr fitnah2 yg mereka sebarkan.

Ku kembali kerumah dgn langkah gontai dan lelah yg mendera sekujur badan, kuhempaskan diri di sofa kesayanganku dan menaruh tas dimeja depan teve dan sofa tempat ku berbaring.ku sejenak ku raih hp yg tergeletak di meja itu dan kuperiksa mungkin manajer tercintaku memberi kabar padaku tentang jadwal esok.yg tak lagi kuharapkan malah kutemukan.sms dr sinomer iseng itu.

'hai maaf baru aku baca sms mu dan ku balas, kemaren2 aku sibuk dengan tugas2ku jd aku tak sempat memeriksa sms yg masuk.btw aku satrio, kerja di perusahaan kecil didaerah tanjung priok yah jd kuli nya.kamu siapa?kalo boleh tau'..dia menuntut balasan berupa sebuah jawaban dariku,aku tak tahu...bingung harus bagaimana, yg jelas aku tak mungkin mengatakan siapa aku sebenarnya.(bersambung)

klik disini : next part
previous part

No comments: