Wednesday, April 1, 2009

cinta bumi dan langit (part12)

Manajer alias sepupuku muncul hari itu membawa berita yg menjungkirbalikkan tekadku semula.dia berkata bahwa dia mungkin telah membuat satu kesalahan saat mencari info tentang satrio sinomer iseng. dia mengkhawatirkanku karena melihat reaksiku yg sepertinya bnr2 kecewa dan katanya itu mempengaruhiku terlalu parah.tak ingin berlarut2 dia bilang bahwa dia melakukan investigasi ulang demi aku.aku terharu dan meminta maaf bila ku memang membuatnya susah jg.ia hanya tersenyum tulus dan berkata tidak apa2 karena kita bersaudara dan sahabat yg paling dekat.dia hanya tak mau lagi melihatku terpuruk seperti dulu.

Tanpa banyak basa basi lg dia memberitahuku bahwa mungkin yg dilihat oleh kita berdua waktu itu tentang sosok sebenarnya dari satrio adalah org yg salah.karena setelah mendapat info lanjutan dr og suruhannya, dia senyum sambil memelukku dan membisikkan kata2 yg mengejutkan,bahwa kemungkinan besar satrio yg kita maksud adalah org lain yg tak sempat kita lihat saat itu sebab ketergesaan dan kekecewaan yg mendahului logikaku.

Anganku seolah terguyur oleh air dingin menyegarkan setelah penuh dahaga kekecewaan dan kemurungan.kitapun berdua kembali bergegas utk melakukan hal yg kita pernah lakukan sebelumnya,mengintai utk mengetahui sosok satrio yg sebenarnya.

Seperti hari itu,saat kita menunggu dan berharap,saat inipun kita sedang diam dan mengamati diseberang jalan perusahaan tmptnya bekerja.kali ini tak secepat biasanya,org yg berhamburan tidak sebanyak waktu itu, satu persatu dari mereka,keluar dgn jeda waktu tidak bersamaan.sampai akhirnya, sosok seorg pria dgn umur sekitaran awal tigapuluhan, berambut ikal pendek,perawakan tinggi kurus.wajah yg serius dan lebih cenderung diam,tidak menunjukkan kesan ramah.dgn kemeja sedikit lusuh,dia berjalan menuju vespa keluaran tahun 70an yg sepertinya tidak terkesan layak utk ditumpangi. utk sesaat tanpa sadar aku menahan nafas saat melihatnya,apakah dia?satrio itu...
(bersambung)

klik disini: next part
previous part

No comments: