Tuesday, May 12, 2009

cinta bumi dan langit (part 20)

Setelah itu waktu berjalan terasa sangat lama dan panjang...
tak terasa 3minggu terlewati sudah,dan aku tak bisa memupus rasa bersalahku dan kenangan malam itu terus berputar dipikiranku seperti rekaman film yg terus menerus ditayang berulang2 sampai membuatku sangat sesak.dengan segala permasalahan yg sedang mendera,aku hrs tetap melakukan segala aktifitas yg biasa kujalani seperti sblmnya,dgn blitz2 silau kamera jg,rongrongan lalat pencari gosip dan teriakan 'cut and action'kru2 disekitarku.semuanya terasa seperti bising lebah yg bersuara tanpa makna ditelingaku.ditambah dgn arsyel yg tak henti2nya mencoba kembali meluluhkan hatiku dgn perhatian2nya dan sikap baik yg ia tunjukkan selama beberapa waktu ini.

Ada saat2 disuatu malam aku msh membayangkan aku menerima sms jawaban darinya,bahwa dia memaafkanku dan akan memberi kesempatan utk menebus kesalahanku dgn mengadakan pertemuan yg lain.tp semuanya kembali kosong.itu tak pernah kembali.mungkin ini karma bagiku..

Hari ini,kudapati diriku sedang memandang pantulan dicermin dgn gaun baru dan dandanan yg sudah kupoleskan diwajah,bersiap setidaknya ingin menghibur diri ini dgn melepas penat,hanya menerima ajakan makan malam dari arsyel yg berkilah sebagai sesama teman baik dan tak lebih.meski aku tahu dia tak mungkin hanya berpikiran sesederhana itu.

Sepanjang jalan,arsyel tak henti2nya mencoba berkomunikasi dgnku,walau sepertinya dia kesal karena tanggapanku yg tak sesuai harapannya.akhirnya dia menghentikan mobilnya disuatu tempat yg membuat mataku terbelalak.betapa tidak,dia membawaku kekafe rose.kafe yg terasa keramat utkku dan pantang utk melangkah kesini lg karena hanya akan mengingatkanku pd kesalahanku.

Akhirnya kuberanikan diri memasuki ruangan kafe itu.keadaannya masih sama tapi suasananya sedang ramai oleh pengunjung.rata2 dari mereka dari kalangan hiburan jg dan beruntung aku merasa tak terlalu asing.

Tanpa sadar kuedarkan pandanganku kesekeliling kafe ini,mencari sesosok yg selama ini kuingin lihat dan tahu keadaannya.arsyel bertanya padaku ada apa,aku tak menjawab dgn hanya menggeleng saja.saat aku mulai duduk dan arsyel masih mencoba berbicara,aku berusaha mendengar perkataannya tiba2.

'maaf,ini menu restoran kami,silahkan.mau pesan apa?'

Suara itu begitu tak asing ditelingaku.lalu kudongakkan kepalaku,dan wajahku tiba2 terasa terbakar dan...itu satrio...kenapa dia ada disini dan berpakaian pelayan direstoran ini?...
(bersambung)

klik disini : next part
previous part

No comments: