Tuesday, May 26, 2009

sebuah serpihan bintang dipadang liar(part1)



'aku sudah memaafkanmu tapi utk melupakannya adalah suatu hal yg tidak mungkin,karena sekali kau torehkan luka dihatiku ini selamanya akan membekas.kamu tak pernah tahu betapa sakitnya perasaan ini saat dengan teganya kau berbuat begitu padaku tanpa ada setitik penyesalan dan penjelasan...'
 saat mataku masih sibuk memandangi setiap huruf yg tersusun rapi dikertas itu,entah kenapa wajah ini terasa sangat gerah seolah2 ada bara api yg sedang didekatkan dgnku,seseorg sedang melihatku dgn begitu rupa hingga membuatku sangat jengah.

aku masih bertahan dengan tidak sekalipun mengangkat wajahku utk mencari tahu siapa gerangan yg dengan terang-terangan menunjukkan perhatiannya tertuju kepadaku sepenuhnya.aku berusaha mengacuhkannya dengan sibuk memelototi tulisan2 ini meski konsentrasiku sudah lebih dulu buyar.

di perjamuan malam ini aku hanyalah orang yg mungkin bukan siapa2 diantara berpuluh org yg datang atas nama gengsi,status dan kedudukan.akupun kesini hanya sebatas permintaan temanku alias bosku dr sebuah redaksi majalah.
kembali kuberpikir keras,mungkin wajahku sudah jauh memerah saking tak nyaman dan panasnya perasaan ini dengan tatapan yg sepertinya enggan beranjak.apa maunya org ini sih?aku hanya bisa memaki dalam hati tanpa mampu mengeluarkannya bahkan utk menengadah dan melihat dia.urat2 keberanianku mendadak kendor hingga tak mampu menopang lg apa yg semestinya dapat kulakukan.
gaun yg sedikit terbuka dengan belahan dada yg buatku terlalu rendah,dingin dan saat bersamaan pengap,semua rasa yg tak menentu saling campur aduk.tanpa sadar kuremas kertas itu.kertas yg td kutemukan disebuah meja yg kosong saat aku baru sampai ditempat mewah ini.aku memungutnya dan membaca utk menutupi kebingunganku disini.karena aku tak merasa berbaur dgn keadaan.wajah ini lama tak kunjung mendingin pertanda tatapan itu masih ada,atau mungkinkah ada hubungannya dengan surat ini?apa dia pemiliknya?apa yg sdh kulakukan?apa yg hrs kulakukan sekarang krn dgn lancangnya telah membaca surat yg bukan milikku...
(bersambung) next part klik disini

No comments: