Monday, June 22, 2009

sebuah serpihan bintang dipadang liar(part2)


dia kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu mulai melangkahkan kakinya kearahku.jantungku berdetak lebih kencang lagi,hingga aku takut setengah mati dan
mulai dirayapi kebingungan tak tahu harus bersikap.saat langkahnya makin mendekat
aku tak tahan lagi saking takutnya,dengan spontan akupun berdiri dan lalu mulai 
berjalan kearah lain untuk menghindarinya. 

sambil memikirkan kearah mana,aku menolehkan kepala kesamping dan tiba2
kurasa ada tangan yg mencengkeram  pergelanganku. saat aku melihat kearah orang yg memegang tanganku,jantungku serasa mau copot! karena itu adalah dia,yg sedari awal 
mengarahkan pandangannya padaku dengan sedikit sinis dan tajam.

kakiku mendadak terasa sangat lemas,dan kegugupan juga mulai menyelubungiku.harus 
bagaimana ini?aduh harus bagaimana ini?!kata2 itu hanya terngiang dikepalaku saja 
tanpa ada sepatah katapun terucap dari bibirku yg kelu dan aku tak mampu membalas 
pandangan matanya.ku berusaha melepaskan pegangan tangannya,tapi tenagaku seolah 
tak berarti buatnya.

dia sesaat menghela nafas pendek dan mulai berkata..
'tadi,aku lihat kamu memegang kertas yg sepetinya sebuah surat,tolong beri tahu 
saya,dari mana kamu dapat itu?'
sambil berbicara,dia tak lantas melepaskan pegangannya dari pergelanganku.
'aahh maaf,tapi kamu menyakiti aku,tolong lepaskan dulu'
aku memintanya walau dalam hatiku sedikit takut.
'oh,maaf'
lalu diapun melepaskan pegangannya,tapi sepertinya tak akan melepaskanku sebelum 
aku menjawab pertanyaannya.
'ok,aku menemukan surat ini dimeja tadi tempatku duduk.saya pikir itu bukan hal yg 
penting,jadi saya baca.itu saja'
saat ku selesai dengan ucapanku,raut mukanya berubah menjadi merah padam seolah 
menahan marah.apa salahku?apa yg salah dgn kata2ku?(bersambung)
previous part klik disini , next part klik disini 

No comments: