Tuesday, July 7, 2009

sebuah serpihan bintang dipadang liar(part3)


'mana surat itu!sekarang!' tiba2 saja dia menghardikku dengan kasar,dan itu yg membuat menjadi semakin takut.

lalu dengan terbata-bata dan badan gemetar, aku menunjuk kearah meja yg tadi, tempat dimana kutemukan surat itu.setelah pandangannya beralih kearah meja itu sesegera mungkin aku melarikan diri dari situ,terutama dari dia,org arogan yg tidak kukenal, sombong dan menyebalkan,walaupun punya wajah tampan dan kaya.

sampai aku merasa aman berada diantara banyak kerumunan org,akupun berhenti sejenak dan menyandarkan diri didinding sambil masih terengah dan mengatur nafas perlahan utk sedikit menenangkan diri dari apa yg baru saja kualami.

tak pernah terbayangkan dalam mimpi sekalipun berada ditempat dimana diri ini sama sekali tidak merasa diterima dan sungguh benar2 tidak nyaman,kalo bukan karena alasan permintaan tolong yg setengah memaksa dari bos yg sekaligus teman baikku,mana sudi aku menginjakkan kakiku disini.tempat yg sama sekali buka incaran beritaku selama ini.lebih baik aku berkotor-kotor dengan outbond ditempat wisata alam atau tempat2 tradisional utk mencari bahan utk artikelku dari pada disini.tempat dimana org2 berdasi menunjukkan gelimangan kemewahan demi pencitraan diri yg terlanjur melekat di diri mereka,atau yg mencari celah utk memuluskan niat bisnis mereka.dan bukan tidak mungkin juga utk menghalalkan cara2  licik mereka demi kelangsungan pendapatan mereka.atau tangan2 jahil dan iseng pemuas  nafsu yg terlarang yg diselubungi oleh kiasan tata krama formal dan baik2 saja.

ah kenapa pikiranku beranjak terlalu jauh,aku tahu ini memang tidak cocok sama sekali denganku,bahkan keadaannya semakin memburuk dengan kejadian barusan,dimana aku harus berurusan dengan org itu. sungguh malam yg menyebalkan
(bersambung) previous part klik disini, next part is not available yet.

No comments: