Tuesday, September 8, 2009

para pencari Tuhan jilid3 : kehilangan makna


setelah beberapa malam suamiku hobi menonton PPT3, sambil menikmati sahur, awalnya saya tidak begitu memperhatikan karena banyaknya iklan, kuis yg ditempatkan ditengah penayangan jg cerita yg kurang menarik perhatian (karena sinetron sudah menjadi hal yg kurang saya sukai),tapi lama2 tangan ini gatal jg ingin memberikan sedikit komentar disini seperti syg dulu pernah saya tulis tentang sinetron kepompong.
sebelumnya saya membaca disebuah tabloid bahwa sekarang PPT lebih menjurus kearah sintron2 yg ada pada umumnya dengan lebih mengedepankan cinta segitiga antara azzam,kalila dan aya. tapi menurut saya lebih dari itu semua,hampir semua aspek, baik cerita,tokoh,percakapan tidak lagi mencerminkan hal yg positif tapi malah memancing kekesalan saat saya berusaha utk duduk diam dan memperhatikan apa yg menarik dari sinetron ini,karena pada jilid 1,semua org memuji dan menjadi tontonan no.1.
keinginan menuangkan utk menulis beberapa catatan penting yg pantas utk dikoreksi oleh pembuat PPT3 berdasarkan episode yg saya tonton tadi subuh dan hari2 sblmnya( walaupun tidak pernah sampai tuntas karena mengantuk dan bosan).ini adalah diantaranya:

1. tokoh bang jack(deddy mizwar) and trio juki-barong-chelsea(bajaj) memanfaatkan tokoh azzam utk uangnya semata2 makan dan melihat azzam sbg org yg bs dimanfaatkan.meskipun memakai dalil2 agama,itu justru membuat saya semakin illfeel,karena mereka tidak sesusah itu utk berusaha lebih dalam mencari makan sehari2. saya lebih menghargai kerja keras tanpa meminta2.kalo menilikmereka berempat telah menjadi haji,saya meragukan apa mereka haji yg mabrur?karena apabila ya,seharusnya rizki dari Alloh SWT akan lebih dilimpahkan dari sblmnya,setidaknya itu yg terjadi pada orang tua saya.

2.tokoh udin dan asrul yg money minded dan sering mengeluh walaupun diselingi keinginan beribadah ditanah suci tapi masa waktu bersedih saat anaknya meninggal,dengan diperlihatkan uang lalu bisa bergembira.saya hanya heran apakah seperti itu makna seorang anak dimata org tuanya yg notabene miskin?karena jiwa seseorg tidak akan pernah bisa disejajarkan dgn uang seberapa bnykpun.dan mereka dgn santainya meminta pada tokoh azzam utk berangkat ketanah suci dgn sedikit memaksa. saya malah tidak setuju karena haji adalah harus semata2 usaha yg terbaik dari diri seseorg,adapun bantuan dari org lain haruslah dgn hati ikhlas dan ridho bukan karena pemaksaan.karena selama husnudzon billah,apapun bisa mungkin terjadi walau semiskin udin dan asrul.

3.tokoh azzam,aya dan kalila yg berkecimpung disitu2 saja dengan cinta segitiga mereka.saya kurang suka msg2 dari mereka menggunakan dalil agama sbg senjata,dan pada akhirnya tidak ada resolusi konkrit dari keplinplanan mereka,malah lebih mengutamakan ego dan ketidak dewasaan dalam memutuskan.maksud hati biar ada cerita utk episode2 selanjutnya,malah membuat makin illfeel sampe mual melihat bertiga muter2 disitu saja.

4.tokoh rw dan kroni2nya yg culas dan berkedok kepentingan warga selalu mencari cara utk meraih keuntungan walau merugikan pihak2 lain.ok akhirnya mereka sering gagal tapi yg paling tidak saya suka waktu mendengar kata2 yg terlontar dari mulut mereka yg kasar semacam wedus(kambing jawa),kampret,dll pd org lain.pls deh masa berbicara seperti itu?tdk mendidik sama sekali.

5.tokoh baha yg mempan tobat,artinya tidak pernah berusaha menunjukkan keinginan kuat utk bertobat dan hanya berpura2.ini sama sekali tdk memberi inspirasi utk penonton.juga warga desa yg super miskin dan bodoh hingga selalu menilai sesuatu dari mayoritas pendapat.dan tidak lupa ustadz fery yg sedikit keblinger dalam menafsirkan berbagai hal yg terjadi.

intinya hanya bang jack lah yg terpandai,terbijaksana,dan ter2 lainnya yg terus terang membosankan.satu2nya yg menghibur adalah lagu2 teamlo saja terutama yg 'makan makan kalo puasa ga boleh makan,mimi mimi kalo puasa ga boleh mimi....dst'

2 comments:

myawbalang said...

Sebenarnya apa yang telah di perlihat kan Di PPT 3 itu sudah lebih dari cukup untuk menggambarkan keadaan status sosial dan perilaku rakyat kita...

saya pikir bang dedi mizwar dan rekan rekan nya udah menimbang nimbang dan memfilter dari mulai skenario..adegan..serta para pemeran pun udah di saring..hingga makan waktu berbulan bulan...

si PPT 3 itu tidak akan kita Lihat suatu kesedihan di jual dalam kemasan sinetron atau seperti acara reality show kebanyakan...

atau pun kemarahan yang di forsir hingga berantem di jalanan ramae-rame atau tukar nasib instan seperti kebanyakan acara televisi..

kebanyakan acara tersebut menipu masyarakat dengan kesedihan yang di buat buat..aib yang di ungkit ke khalayak....serta sebagai macam nya...

di PPT 3 kita liat bagaimana seorang tokoh seperti...asrul yang miskin..selalu tergoda terhadap uang dan benda yang memang dia tak punya dan untunglah keimanan terus mengawalnya...jika kita di posisi dia mungkin bahkan seperti itu juga (ngiler terhadap kemewahan)

ingat...ini bukannya sinetron bawang merah bawang putih...yang baik hatinya selalu suci atau bawang merah jahat dengan hati bagai setan..ini sinetron penggambaran sebuah masyarakat dengan status sosial yang beragam...

sebenar nya jika saya sampaikan komentar ini mungkin akan agak panjang...maka saya sampaikan disini saja..
mungkin bisa saya ulas lain waktu...

tapi untuk keseluruhan..sinetron ini lebih dari cukup untuk dapat nilai bagus bagi masyarakat..

mungkin ada sinetron lain yang lebih baik dari ini?kita tunggu saja....

noodlemie said...

thanks ya utk commentnya, tp ada satu yg saya bilang disini yg terpenting, dimana saya paling benci melihat agama dan ibadah menjadi sebuah senjata utk membuat alasan dlm menghadapi mslh mrk,terutama lebih cenderung dipermainkan.spt baha mempermainkan sholat didepan udin dan asrul,pun demikian dgn mrk didepan azzam.