Thursday, November 1, 2012

Our wedding anniversary

Today will be the last day before celebrating our wedding ceremony tomorrow. It brings me back to the old time memories of our story. I met him, we barely talked and we got married. All I keep in mind is that I believe in God's destiny for me. I have faith in everything that I have decided for my life. Spending my life with him is one of those decision that took a lot of efforts to hold on to.It's not an easy thing indeed to keep my marriage life steady, cause it took tons of times and energy to tolerate, understand, appreciate, accept and sincerely devote everything for the sake of it.

It occurred to me that some of my friends have lost it along the way.They didn't care anymore about the commitment, trust, honesty, intimacy which once they've shared in the beginning of their marriage. They often excused themselves for being not in love or unable to love their partner, although they already have children among them. They also blamed every single thing they could think of  as a prerogative right, which is actually wrong, to cheat and find another love interest outside their own spouses.Up until know, no matter how I think about it by re-listing their reasons, I can't find an acceptable one to grant their attitudes. I feel sorry for them as they didn't appreciate what life's stored for them.May God always protect me from such things.

Aside of them, I remember all the good and bad times between us - me and my hubby, all the sacrifices, the tears, joy, sadness, anger, happiness we've shared through these years.I have always been grateful for God has sent him to me. I could never think of anyone else than him to be by my side. He who understands me more than others.He who always be patience with me, accepts me for who I am. I can't think of any other reason but one thing that he's truly the best-ever-God-given blessing for me. I wish we can get through the rest of our life together until the death do us part. Amiin.

my wish


I wish this world would appear in definite black and white but no,unfortunately it isn't. The shade of grey will always be in between.

I wish I can see clearly the people whom I can put my trust to, but no, unfortunately I can't distinguish between the sincerity and lies anymore.

I wish to live in my beautiful imagination, so that I wouldn't have to see the rotten part of this real life has stored for me, but no, there's no such thing ever exist.

I wish to see the real faces of my friends along their real attitude but no, faceless unknown friends seems to put my heart content more than they do.

I wish the innocent and honest children would rule everything instead of some adults who are wagging their tails to get what they want in every way possible.although it means by breaking all the rules and hurting others.

I wish nothing but God to always be with me in every step of the way.

Prinsip atau Fanatik

Sudah sekian lama hal ini bersemayam dipikiran saya. Ada yang bilang bahwa terdapat beberapa rambu yang tidak boleh dilanggar dalam hidup ini terutama untuk urusan keyakinan karena itu telah menjadi hak asasi setiap orang semenjak lahir. Tetapi ketika ego dan emosi sebagai sifat alami manusia yang seiring perjalanan tumbuh menyeruak lalu menguasai hati dan pikiran seseorang, maka yang ada ketika mereka berbicara dan berbuat akan selalu berdasarkan dua hal tersebut tanpa mengindahkan faktor lainnya seperti logika atau akal sehat.

Setiap orang tentunya tidak akan mau dihakimi atau didikte hanya karena pilihan atau keputusan hidup yang mereka buat, tetapi bukan tidak mungkin mereka juga akan memaksakan kehendak mereka pada orang lain disekitarnya. Agama adalah hal sakral yang menjadi pilihan penting pertama bagi kebanyakan orang sebagai penuntun dan pedoman hidup dimana setiap individu akan mempunyai pilihan yang relatif berbeda dalam hal selera dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika kita telah menentukan apa yang menjadi pilihan kita, prinsip yang akan kita pegang teguh, seyogyanya atau bahkan seharusnya dan sepantasnya lah kita berpedoman pada hal itu dan berusaha menjalankan sesuai aturan yang ada. Tetapi itu tidak melegitimasi hak kita untuk melakukan invasi pd hak pribadi orang lain. Saat kita ingin mencoba menanamkan dan menyebarkan hal yang baik tentunya bukan dengan cara provokasi yang menyulut perpecahan atau pertengkaran tidak penting dengan mereka yang kita anggap tidak sefaham dengan kita. Akan lebih baik apabila kita menunjukkan hal positif dan berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan mereka yg memiliki prinsip berbeda. Dengan duduk berbicara dari hati ke hati bukan dengan menuduh tanpa tahu alasan sebenarnya dibelakang sebuah tindakan yang diambil seseorang.

Setiap manusia atau individu pastinya ingin dan selalu merasa sebagai pribadi yang paling benar tetapi manusia bukan malaikat yang tidak pernah berbuat salah. Memperjuangkan prinsip kita pun bukan dengan cara yang akan menimbulkan kontradiksi berlebihan tetapi lebih kepada pergaulan yang baik dan penjelasan dengan prinsip saling tenggang rasa. Karena bila mereka tertarik dengan sendirinya akan ikut dan mencari lebih jauh informasi yang mereka inginkan.

Saya punya teman berbeda jenis dari kulit, ras, suku, agama, kebiasaan bahkan tempat tinggal walaupun untuk segelintir orang, mereka dengan santainya melempar persepsi bahwa saya sama saja dan tidak punya prinsip hanya karena berteman baik dengan teman2 saya tanpa tahu hal yang sebenarnya. Sayang sekali bila mereka tetap berpikiran seperti itu.Memang ada sebagian dari teman saya yang memiliki kebiasaan hidup yang bertentangan dengan prinsip yang saya pegang karena kami memang berbeda tetapi bukan berarti saya harus seperti mereka dan saya memaksa mereka hrs spt saya dengan serta merta. Sebagai contoh ada teman saya dari luar yang minum alkohol, berpacaran diluar nikah, atau apapun itu yang bertentangan dengan prinsip saya bukan berarti saya sama dengan mereka karena sy tidak mengikuti kebiasaan mereka, sy hanya sekedar menghormati hak mereka walaupun terkadang melontarkan pendapat pribadi tentang hal itu sesuai dgn prinsip saya.Mereka pun menghormati saya dan prinsip yang saya pegang. Bandingkan dengan orang yang rajin dan sering datang pada acara ibadah ditempat ibadah tetapi masih melakukan hal yang buruk diluaran seperti mencuri, memfitnah orang dan menyebar kabar bohong kepada org lain. Tidak pernah ada ketetapan pada hati seseorang kecuali dia sendiri yang berusaha meneguhkannya.Tidak akan pernah ada rasa syukur akan sesuatu sampai kita kehilangannya.Lagipun kita bukan orang barbar yang memukul dan berperang dengan fisik tapi dengan otak cerdas yang sudah dianugrahkan tuhan kepada kita.

jadi intinya janganlah menilai seseorang bila tidak tahu secara detail seluk beluk orang tersebut secara pribadi dan membentuk asumsi sekenanya.Kita tidak akan pernah bisa mengetahui semua hal dialam semesta ini karena kita bukan Tuhan.tetapi tetap Kita sendiri yang menentukan kearah mana kita memilih jalan.saya pastinya pun punya banyak salah karena saya hanya manusia biasa, karena kesempurnaan tetap hanya milik Yang Diatas..

(renungan pribadi bukan terinspirasi kasus Lady gaga :P)