Thursday, November 1, 2012

Prinsip atau Fanatik

Sudah sekian lama hal ini bersemayam dipikiran saya. Ada yang bilang bahwa terdapat beberapa rambu yang tidak boleh dilanggar dalam hidup ini terutama untuk urusan keyakinan karena itu telah menjadi hak asasi setiap orang semenjak lahir. Tetapi ketika ego dan emosi sebagai sifat alami manusia yang seiring perjalanan tumbuh menyeruak lalu menguasai hati dan pikiran seseorang, maka yang ada ketika mereka berbicara dan berbuat akan selalu berdasarkan dua hal tersebut tanpa mengindahkan faktor lainnya seperti logika atau akal sehat.

Setiap orang tentunya tidak akan mau dihakimi atau didikte hanya karena pilihan atau keputusan hidup yang mereka buat, tetapi bukan tidak mungkin mereka juga akan memaksakan kehendak mereka pada orang lain disekitarnya. Agama adalah hal sakral yang menjadi pilihan penting pertama bagi kebanyakan orang sebagai penuntun dan pedoman hidup dimana setiap individu akan mempunyai pilihan yang relatif berbeda dalam hal selera dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika kita telah menentukan apa yang menjadi pilihan kita, prinsip yang akan kita pegang teguh, seyogyanya atau bahkan seharusnya dan sepantasnya lah kita berpedoman pada hal itu dan berusaha menjalankan sesuai aturan yang ada. Tetapi itu tidak melegitimasi hak kita untuk melakukan invasi pd hak pribadi orang lain. Saat kita ingin mencoba menanamkan dan menyebarkan hal yang baik tentunya bukan dengan cara provokasi yang menyulut perpecahan atau pertengkaran tidak penting dengan mereka yang kita anggap tidak sefaham dengan kita. Akan lebih baik apabila kita menunjukkan hal positif dan berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan mereka yg memiliki prinsip berbeda. Dengan duduk berbicara dari hati ke hati bukan dengan menuduh tanpa tahu alasan sebenarnya dibelakang sebuah tindakan yang diambil seseorang.

Setiap manusia atau individu pastinya ingin dan selalu merasa sebagai pribadi yang paling benar tetapi manusia bukan malaikat yang tidak pernah berbuat salah. Memperjuangkan prinsip kita pun bukan dengan cara yang akan menimbulkan kontradiksi berlebihan tetapi lebih kepada pergaulan yang baik dan penjelasan dengan prinsip saling tenggang rasa. Karena bila mereka tertarik dengan sendirinya akan ikut dan mencari lebih jauh informasi yang mereka inginkan.

Saya punya teman berbeda jenis dari kulit, ras, suku, agama, kebiasaan bahkan tempat tinggal walaupun untuk segelintir orang, mereka dengan santainya melempar persepsi bahwa saya sama saja dan tidak punya prinsip hanya karena berteman baik dengan teman2 saya tanpa tahu hal yang sebenarnya. Sayang sekali bila mereka tetap berpikiran seperti itu.Memang ada sebagian dari teman saya yang memiliki kebiasaan hidup yang bertentangan dengan prinsip yang saya pegang karena kami memang berbeda tetapi bukan berarti saya harus seperti mereka dan saya memaksa mereka hrs spt saya dengan serta merta. Sebagai contoh ada teman saya dari luar yang minum alkohol, berpacaran diluar nikah, atau apapun itu yang bertentangan dengan prinsip saya bukan berarti saya sama dengan mereka karena sy tidak mengikuti kebiasaan mereka, sy hanya sekedar menghormati hak mereka walaupun terkadang melontarkan pendapat pribadi tentang hal itu sesuai dgn prinsip saya.Mereka pun menghormati saya dan prinsip yang saya pegang. Bandingkan dengan orang yang rajin dan sering datang pada acara ibadah ditempat ibadah tetapi masih melakukan hal yang buruk diluaran seperti mencuri, memfitnah orang dan menyebar kabar bohong kepada org lain. Tidak pernah ada ketetapan pada hati seseorang kecuali dia sendiri yang berusaha meneguhkannya.Tidak akan pernah ada rasa syukur akan sesuatu sampai kita kehilangannya.Lagipun kita bukan orang barbar yang memukul dan berperang dengan fisik tapi dengan otak cerdas yang sudah dianugrahkan tuhan kepada kita.

jadi intinya janganlah menilai seseorang bila tidak tahu secara detail seluk beluk orang tersebut secara pribadi dan membentuk asumsi sekenanya.Kita tidak akan pernah bisa mengetahui semua hal dialam semesta ini karena kita bukan Tuhan.tetapi tetap Kita sendiri yang menentukan kearah mana kita memilih jalan.saya pastinya pun punya banyak salah karena saya hanya manusia biasa, karena kesempurnaan tetap hanya milik Yang Diatas..

(renungan pribadi bukan terinspirasi kasus Lady gaga :P)

No comments: